haaiiii…

March 11, 2009 – 4:58 am
pa kabar all… q balik lagi ne.. dengan tambahan 3 hurup belakang nama, yupz.. dah S> Pd ne akhirnya, berlalu juga masa perkuliahan yang seru2 itu… gak lagi ikutan PKL naik gunung, kul ma dosen yang gokil2… hiks8…

memajang puisi q

August 14, 2008 – 3:31 am
Cinta ituuu…
Cinta itu misteri
Tak ada yang tahu bila dan kapan ia datang
Cinta itu indah
Karena memberi warna dalam hidup, tak kalah dari watercolour
Cinta itu manis
Dia bisa membuat orang tertawa dan bahagia
Cinta itu duka
Kadang membuat linangan airmata
Cinta bagaikan pisau
Dapat melukai hati siapapun
Cinta bagai obat
Karena bisa merapatkan luka hati
Cinta itu ruang dan waktu
Datang dan menghilang
Cinta itu bagai udara
Tak kasat mata tapi bisa dirasakan
Cinta bagai selimut
Menghangatkan hati yang dingin
Cinta bagai jurang
Memisahkan 2 dimensi
Cinta bagai jembatan
Suatu jalan yang meneduhkan
Cinta itu anggur
Memabukkan orang-orang
Cinta itu bagai pena dan tinta
Menulis rangkaian cerita indah
 Cinta seperti pahat
Mengukir janji antara dua hati insan berbeda
Cinta bagaikan AC
Menyejukkan hati insan kasmaran
Cinta bagai gunting
Yang bisa memisahkan, juga seperti jarum yang selalu menyatukan
Cinta bagai peluru
yang ditembakkan pada sasaran
cinta bagaikan dewa
yang dipuja puji
kadang seperti baja
keras tidak bisa ditembus
kadang seperti panah yang menancap direlung hati
cinta itu warna warni menghiasi hidup orang2
cinta tak akan muncul ditempat yang ia memang tidak ada
tetapi cinta bahwasanya adalah anugerah
 30 april 2004
 
7 april 04
Babe… what can I do if I really love you
I won’t lie coz I try to honest
May I shout to all people
That’s I love you
Or
I keep it only in my heart

10 april 04
Kamu bukanlah yang pertama yang ku suka
Tapi kamu membuat ku gila
Kini kamu kasihku
Sayangku
Aku akan menjagamu
Hingga waktu yang memisahkan
Kamu bukan yang pertama yang aku suka
Tapi kau membuatku gila

 
itu aja ya puisi nya, dah kelamaan di warnet niy.. kacian ada yang nunggu mie ayam dirumah.. dadwaahhh…

ini naskah qoe lo!

June 15, 2008 – 8:00 am

DAS SOLLEN, DAS SEIN
Yang Ideal, Yang Faktual
Kadang yang ideal berbeda dengan yang faktual, tapi yang faktual selalu mengejar yang ideal

Pemain :

Orang 1

Orang 2

Orang 3

Ra

Fa

Disebuah ruangan duduk seorang wanita yang sedang mengerjakan karya tulis dengan serius. Lalu ia merasa haus, dan meminta  minum kepada temannya yang ada di dapur

Fa        : Ra.. aku minta yang panas ya…!

Ra        : Kopi atau teh?

Fa        : Biasa… kopi hitam

Ra        : Ya.. tunggu sebentar ya!

Kemudian tidak lama datang temannya dari dapur membawa air minum dan menyerahkan air minum

Ra        : Ini kopinya… <meletakkan air minum diatas meja>

Fa        : Terima kasih <masih asyik menulis>

Ra        : Kok tidak di minum, Fa?

Fa        : Iya, sebentar lagi

Ra        : Nanti dingin loh kopinya

Fa        : Iya.. nanti aku minum!

Ra        : Hmmm… gimana Fa, udah selesai nulisnya? Aku udah gak sabar nih

Fa        : Tunggu sebentar, tinggal sedikit lagi, aku sedang mencurahkan segenap inspirasiku dalam tulisan ini

Ra        : <dengan nada ketus> Dari tadi disuruh nunggu saja

Fa berdiri dan mendekati Ra

Fa        : Nih… <menyerahkan selembar kertas>

Ra        : <tersenyum> Gitu dong, ku baca ya…

Fa mengangguk, Ra duduk dan mulai membaca

1 orang sosok muncul dari tempatnya berada

Orang 1         : Hidup di zaman yang serba canggih tidak membawa kita untuk berpikir dan bertindak maju. Kemajuan teknologi berbanding terbalik dengan keadaan manusia sekarang ini. Logikanya ketika teknologi maju, ada surplus yang terjadi. Tapi yang terjadi sekarang <menarik napas panjang> Pikiran orang hanya terbatas disitu-situ saja. Padahal sebuah sistem hanya akan menjadi barang mati manakala unsur-unsur pendukungnya tidak ada. Para generasi muda sekarang hanya berkutat pada 3C, cita, citra, dan cinta. Bahkan dari 3 hal tersebut cintalah yang jadi prioritas. Yang lebih menarik lagi, mereka tidak memperhatikan bahkan menutup telinga dengan banyak kejadian yang menimpa negerinya.

Orang 2 muncul sambil tertawa terbahak-bahak

Orang 2         : Salah… salah besar kalau kau berkata seperti itu. Apakah kamu tak pernah jatuh cinta? Ketika orang dilanda akan cinta, hidup akan indah. Apa gunanya memikirkan hal-hal yang bukan urusan kita. Sosial, ekonomi, atau  bahkan pendidikan, itu urusan orang-orang berdasi.

Orang 1         : Heiii… generasi muda adalah ujung tombak bagi masa depan, karena kitalah nantinya yang akan melanjutkan kelangsungan bangsa ini. Cara berpikir dan bersikap kita dalam keragaman budaya dan etnis serta cara menggagas tatanan yang mengatur hubungan sosial akan menentukan nasib masyarakat multikultural kita.

Sementara diluar sana, banyak pemuda yang mirip binatang : mengendus-endus barang dagangan, memenuhi insting species makhluk dengan pacar, diperbudak dengan pasangan hanya untuk menghabiskan waktu dengan bercinta, dan mereka membuang waktu bagi cinta yang universal.

Orang 2         : Lagi-lagi kau mempersalahkan cinta. Ada yang salah dengan cinta?? Orang takkan bisa hidup tanpa cinta, apakah kau hadir disini tanpa adanya rasa cinta?

Orang 1         : Tunggu… manusia adalah makhluk yang paling beruntung. Punya satu benda yang bernama otak. Otak bisa menyimpan memori, bisa bikin penemuan, bisa bikin hal-hal baru. Tapi anehnya, kita tidak sadar dengan hal itu, dan kamu, kamu hanya mengisi otakmu dengan kata-kata cinta busukmu!

Orang 2         : Alaaahh.. kamu hanya menjelek-jelekkan saja, karena kamu tak pernah jatuh cinta kan? Kamu tidak tahu, bagaimana perasaan orang kalau lagi jatuh cinta. Banyak hal-hal yang bisa dilakukan dengan cinta.

Orang 1         : Hidup tidak hanya untuk cinta

Orang 2         : Tapi tanpa cinta orang tidak bisa hidup, cinta adalah anugerah yang Maha Kuasa agar kita bisa saling menyayangi pada pasangan. Cinta adalah cerita indah di masa muda kita, yang bisa membuat kita terbang ke Nirwana. Apakah kamu tidak sadar bahwa cinta itu dimulai dari Adam dan Hawa, dibawa mati oleh Romeo and Juliet, dan sekarang harus dihidupkan kembali oleh kita generasi muda

Tiba-tiba terdengar suara

Orang 3         : Aaachh… <agak jengkel> Dari tadi kalian hanya mendebatkan masalah ideologi dan cinta, kenapa?

Orang 1 dan 2 kebingungan dengan adanya suara itu

Orang 1         : Siapa kamu?

Orang 2         : Ya… siapa kamu?

Orang 3         : Aku adalah sintesa dari pemikiran kalian berdua. Hai.. orang 2 kenapa dari tadi kau hanya membicarakan masalah cinta saja?

Orang 2         : Karena orang itu tidak pernah merasakan nikmatnya bercinta, dan bisa mendapatkan kesenangan hidup dengan cinta.

Orang 3         : Dan kau orang 1, kenapa hanya membicarakan ideologi tanpa bersentuhan dengan pemikiran orang 2?

Orang 1         : Karena budaya pasar bebas telah melahirkan paham mengejar kesenangan hidup dan menyemarakkan aktivitas anak muda sekarang, yang notabenenya mereka menjauhi kegiatan ilmiah akademisinya. Sekarang ini banyak anak muda yang dikepung oleh kegiatan-kegiatan yang didalamnya mencerminkan budaya mencari kesenangan hidup.

Orang 2         : Maksud kamu?

Orang 1         : Tempat akademisi yang tercatat sebagai basis perjuangan melawan penindasan, kini hendak dipreteli idealismenya. Orientasi pada modernisasi, bisnis, dan stabilitas yang membuat kesemuanya itu semakin terpuruk.

Orang 2         : Pernahkah terbesit didalam pikiranmu untuk mencintai seseorang dan menjadikannya berarti dalam hidupmu. Aku yakin kamu pernah merasakannya?

Orang 1         : Tidak!

Orang 2         : Bohong….

Orang 1         : Tidak!

Orang 2         : <sinis> Ternyata rasa cintamu telah terkikis oleh pikiranmu yang tidak jelas maknanya itu

Orang 1         : Kamu salah…. <hampir teriak> Justru…

Orang 3         : Cukup! Kalian tidak bisa menyalahkan satu sama lain, karena keduanya itu berhubungan erat.

Orang 1         : Maksud kamu?

Orang 2         : Ya! Apa maksud kamu?

Orang 3         : Cinta itu fitrah. Kombinasi intelektual dan cintalah yang diperlukan negeri ini. Buktinya orang bisa dihormati karena rasa cintanya kepada sesama. Pemimpin yang penuh dengan cinta akan disenangi rakyatnya. Sosial, ekonomi, dan keamanan akan berjalan lancar. Pendidikan akan berhasil kalau adanya cinta pengajar kepada profesinya. Tapi kombinasi itu sangat sulit untuk kita capai.

Orang 1 dan 2 tercenung sebentar.

Orang 1         : Lalu, apa yang bisa kami lakukan?

Orang 3         : Sekarang aku minta satu hal dari kalian, berdamailah dengan dirimu sendiri sebelum berdamai dengan orang lain. Mari kita introspeksi diri masing-masing

Orang 1 dan 2 berpandangan tersenyum kemudian berjabat tangan, dan keluar panggung.

Black out

Dua orang wanita duduk didalam ruangan.
Seorang wanita bangkit dari duduknya, sedang yang satunya tersenyum di meja tulisnya.

Ra                 : Kamu sadis, Fa. Tajam.. kasar… tapi kesemuanya itu memang benar sih.

Fa                 : <berdiri> Aku bukan provokator yang ngomong seenaknya ataupun orang yang bisa menyelesaikan suatu masalah besar dengan sangat mudah. Tapi aku mau peduli dengan semua itu.

Ra                 : Maksud kamu?

Fa                 : Mereka berlomba-lomba mendapatkan hal-hal yang diimpikan ataupun dicita-citakan namun pada akhirnya buyar gara-gara cinta. Aku ingin, generasi muda tau apa arti cinta sebenarnya dalam hidup, yang tidak hanya cinta pada pasangannya.

Ra mengangguk mengiyakan

Fa                 : Terus lagi… ada yang bilang masa depan ada ditangan kita semua para generasi muda. Tapi kita malah hobi bikin contekan pada saat ujian, dan terlena dengan yang namanya cinta. Punya warna apa nanti masa depan kita?

Ra                 : Kamu prediksinya kejauhan!

Fa                 : Buat kita yang masih muda emang jauh, tapi liat saja nanti apa kita seumur-umur akan tetap muda? Tidak kan? Pokoknya dengan mental seperti itu aku pesimis dengan masa depan kita. <menarik napas> Tapi kalau kita mau berubah, aku yakin hasilnya juga akan berubah.

Ra                 : <bingung> Sebenarnya kamu nulis ini untuk apa sih?

Fa                 : Tadinya mau dikirim ke Koran… lalu aku pikir lumayan untuk naskah atau tempel di mading, biar semua orang membacanya dan menyadari tentang Das Sollen, Das Sein. Yang ideal, yang faktual. Kadang ideal berbeda dengan faktual, tapi yang faktual selalu mengejar yang ideal… <nada menggantung>

Ra                 : Lalu keputusan akhirnya?

Fa                 : <tersenyum dan mendekati Ra> Kamu mau tau?

Ra                 : Apa?

Fa                 : <merebut kertas dari tangan Ra, meremasnya, lalu membuang kertasnya kedalam bak sampah> Dalam bak sampah! <lalu keluar panggung>

Ra menatap kepergian Fa lalu terdiam dan berjalan menuju meja tulis dan duduk

Ra                 : <Berpikir sebentar lalu berkata> Ketika cinta dinodai oleh kesenangan dunia maka generasi muda akan hancur, dan bangsa akan terpuruk. <menarik napas> Burung akan selalu mencoba terbang, walaupun sayapnya patah.

The end


Das Sollen Das Sein

June 7, 2008 – 3:00 am
Hallooo… tadi malam q pentas lo, dalam rangka Festival teater yang diadakan FAS Hukum Unlam. no urut 2. jadi orang 3. malam sebelumnya sms an ma Sponge, tumben2 an tu anak mo ngedoain q pentas. tapi ya udah lah.. doa q terkabul. yang pertama q pentas dengan lancar, en yang kedua akhirnya naskah q naik panggung juga, hehehe.. thanks God. I love u. lama juga ya q gak main kesini. keabisan cerita mulu sih jadinya gak login2. btw, q punya FS lo sekarang di ryuwinda@yahoo.com tiap mo masuk selalu dicegat coz kemarin lupa ngeklik verify emailnya, hehehe.. nanti deh q liat lagi di inbox, tapi klo gak salah sih dah kehapus gitu. payah banget. hari ini kul terakhir kuliah. seminggu ini mo miteng. baru deh final. Bubar final back to Tanjung buat penelitian skripsi. doakan ya.. caooo

a year again with you, beib!

March 28, 2008 – 4:52 am
Hari ini tuh is a year udah q lalui bareng my sponge. Katanya sih kita jadian tanggal 28 maret taon kemarin, biarpun gak tau secara jelas, it’s okay lah. aku setuju kalo hari ini setahun udah jalan bareng. Rasanya sih kayak baru2 aja jalan barengnya. but i wish tahun depan aq masih bisa nulis di blog ini dengan penuh kebanggaan bahwa aq masih jalan ma dia, seperti hari ini, amin!. tadi aq ke perpus. nyari tambahan pustaka untuk my proposal yang akan di kumpul besok biar bisa dibikinkan surat penunjukan dosen pembimbing, trus ngerjakan skripsi gitu. Aq dah merencanakan paling lambat keluar kuliah pada semester depan, en q gak berniat become ‘tua’ di bangku kuliah. pengen donk nanti kerja, sesuai ijazah, yang dulunya gagal dilakuin coz gak siap mental.
Tadi juga main2 ke beberapa web n blog orang. seru juga, trus membubuhkan sedikit komentar atas web nya yang baru berdiri. atau semacam setuju atau gak pada tulisannya.
Tadinya ge asik2 baca ketawa.com tapi tiba2 ada problem loading jadi batal. trus aq juga mengganti tema untuk web baru q dari quentin jadi tema awal web q dibikin. Mizz thats.
singkatnya aq berharap akan tetap bersama orang yang q sayangi sekarang sampai nanti, sampai mati kayak kata Letto. Ideal banget ya, tapi Arai bilang dalam Edensor, tetaplah bermimpi sebab Tuhan akan memeluk mimpi2 mu. lagi pula aq dah lama gak bermimpi, gak berharap. jadi no what2 kan klo sekarang i had a dream gaya Westlife. 
Sebelumnya aq pengen mempublish some lagu2 disini, tapi selalu aja gagal coz lagunya lupa ngopy. susah juga ya klo jadi orang pelupa. Be te we kemarin aq baru baca Edensornya Andrea Hirata. lumayan loh bukunya, lebih lepas dari Laskar pelangi. penulisnya bercerita to be backpacker dari eropa ke afrika trus balik lagi ke perancis.
Di web takutan cecak tadinya mo ngasih komentar, tapi batal coz mesti login dulu, sementara q gak tau passwordnya, yahhh sama kaya punya ketum himase dulu. tapi q gak tau sekarang udah diedit pa belum ma sang ketum. klo z tau emailnya q email j dia. tapi gak tau jg. Dia tadi mempublish tentang HTI yang usul ma pemerintah buat ngegunain bahasa arab dalam media. en dia protes berat tentang hal itu.
Iya juga sih, bahasa kita kan Indonesia jauh-jauh rumpunnya tuh ke bahasa melayu. gak ada deket2nya ma bahasa Arab, dan klo sarannya itu beneran di gol ma pemerintah, berapa tahun lagi rakyat indonesia mesti membiasakan diri ngomong arab? klo sholat kan mank gak bisa ditawar. Kenapa sih HTI tuh menyusahkan golongan yang lain banget? toh Allah swt aja ngasih pilihan buat manusia, masa’ mereka mo maksa2 mana bawa2 agama islam yang sangat demokratis lagi untuk mempersempit wawasan. bukannya ngasih solusi soal kaum duafa, atau bikin skul mini buat anak2 putus sekolah, malah doing yang aneh2… HTI plis.. don’t make the problem tambah kacau donkkkzz…!

welcome 22th years old!

March 22, 2008 – 10:05 am
Traadaaa… hari ini aq ultah lagi yang ke-22 tahun. dari hari ini umur q itu 22 tahun, sama kayak tanggal lahir q. En akhirnya after jalan alone selama 6 bulan, aq gak alone lagi, ada sebiji makhluk yang bernama Sponge yang kini jalan di sampingq. Rasanya, gak perlu kado lain selain dia setia ma q mpe kakek nenek udah cukup, hehehe emoticon
Udah lumayan lama juga jalan bareng, mudahan gak cepet berakhir ya, aminn.. Oh iya selain aq yang ultah ada lagi nih yang sama juga, ntar q ke web himasindo buat bilangnya.
Tahun ini aq mo jadi more girly dari yang ada sekarang. abisnya suka disangak cowok mulu sih, sebel banget. padahal kan aq cewek, dan mungkin keterampilan kecewekan q lebih tinggi dari cewek yang suka dandan feminin. may be, hehehe.. who’s know!
Trus semester ini aq masih berharap dapat IP 3 lagi, 3, 00 gpp juga deh. ntw tadi malam q nonton Passion of Christ. serem juga, darahnya lebih banyak, n bar-bar banget penyiksaaannya. ngeri juga ya orang2 jaman dulu ma orang yang dianggap penjahat. apalagi jenis kayak Nero hiyy…
ya udah deh.. udah mo 2 jam q ngenet di booz net. w-net baru di sebelah addicted. C U 

haiii… miz u

March 19, 2008 – 3:53 am
Ini bulan maret, bentar lagi aq mo ulang tahun lagi. eh.. gak terasa ya, udah nambah lagi setahun, n tahun ini tuh seru banget soalnya umur q sama dengan tanggal lahir q, hehehe… klo tahun kemarin cuma alone ngerayainnya, sekarang udah ada personil lain, moga aja dia gak minta traktir ya, soalnya malas aja ntraktir dia, hehehe..
Oh iya, personil yang q maksud itu, adalah penjelmaan dari Vay, yang ada di cerita Ovin loohh.. yahh mirip2 gitu kondisinya. udah lama nih gak berkunjung ke blog ini jadi kangen.. soalnya kemarin2 tu sibuk ngurus proposal, seminar, trus pulkam dadakan, trus lagi ngebalas email orang yang nulis komentar di next artikel 4 multimedia yang ternyata kepseknya SMK 1 barabai, gila aja…!
Btw, q blom bikin teentitans buat semester ini loh, soalnya ada co ay, jadi malas berkreatifitas (apa hubungannya?) tapi yang jelas gitu deh.. ntar2 aja klo dah dapat ide lagi.
sebener nya pengen ngehapus beberapa kategori yang ada deh, soalnya  situasi dah normal n dah jarang berantem sih, jadi kan gak perlu  di bahas dalam kategori spesial lagi. tapi gimana ngehapusnya???
Ya dah deh.. cm mo say hello aja. ntar lagi ya! =) 

ni Februari lo?

February 12, 2008 – 10:34 am
bis januari TU FEBRUARI LO, NA MAKANYA AQ MO NGUCAPIN MET VALENTINE DAY untuk mereka yang merayakannya. Coz q ga ikutan jadi gpp donk cm say it only, kayak orang bilang met Natal, Met Nyepi, April mop, or other days.
Buat yang ga ngerayain gak usah ngiri2 gitu, yang penting temen2 kita aman dalam hal gak ikut2an kayak gitu udah cukup donk. kan kalo semua kayak kita ntar kitanya gak keliatan donk.. hehehe..
 
ni anak ngomong kok ngaco ya?? maklum lah.. anehh.. >_< daahhh 

my pRemAn, my prIncEss

January 30, 2008 – 3:42 am

Namanya Ovin… ya.. Ovin. Cewek rada aneh kayak preman yang jadi pacarku sekarang. Aku emank kadang suka lupa nama aslinya karena sering memanggilnya dengan nama ciptaanku sendiri. Seperti halnya dia dengan teganya menempelkan nama Spongebob diatas nama asliku sebagai gantinya. Jujur… sekarang ni aku dilanda kangen berat ma makhluk satu itu. Dia dengan tega ninggalin aku praktek kerja lapangan ke tempat yang ga bisa dijangkau oleh simcard ponselku, dengan ringannya dia bilang “ Aku mo naik gunung lagi!” sambil ketawa ketiwi pas bisa ditelpon.
Oh iya, aku lupa cerita, nama ku Vay, anak SMK yang fall in love ma Ovin anak kuliahan tingkat 3 yang umurnya 3 tahun 7 bulan diatasku. Ovin itu cewek aneh, tapi gak tau kenapa aku malah naksir dia. Ketemu pertama kalipun pas aku magang di sebuah bengkel didepan gang kos-kosannya Ovin. Saat itu temen-temenku yang pertama kali liat dia en pada heboh, abisnya di mata mereka Ovin terlihat aneh untuk ukuran anak kuliahan tingkat berapapun, dengan kata lain : ga ada tampang kuliah! Pas aku ngeliat objek yang diliat temen-temen ku rasanya beda. Aku langsung suka dengan gayanya dan sejak itu aku mulai iseng gangguin dia.
Suer dehh… temen-temen magangku bilang, gaya Ovin aneh banget, apalagi kalo dia gak kuliah atau ga ke kampus, misalnya Cuma mo beli makanan di luar. Kalo umumnya anak kuliahan pake tas ketek, Ovin pake ransel, klo yang lain kerudungnya dililit kemana-mana, kerudung Ovin menjuntai gitu aja di depan dada. Kalo gantungan ponsel yang lain imut-imut, Ovin ngegantung puntung rokok di situ, en klo yang lain sibuk bonding, tu anak malah ngikutin gayanya vokalis Tahta.
Sms an ma Ovin juga seru, jarang sayank-sayank an ma dia, maksudnya kata-kata penuh cinta kayak cewek2 lain ke pacar biasanya. Yaa… ni anak emank beda dari mantan2ku sebelumnya. Eh sebelnya klo pas mo ngebelai kepalanya dia suka refleks kaget en tentunya menjauh dariku, gimana bisa sayank2 an coba? Oviiiiinn….!
Kadang aku ngerasa aneh ma Ovin. Sebenernya dia sayank gak sih ma aku? Tu makhluk santai banget, kayak temenan aja ma dia. aq sering dikalahin ma tugas kuliahnya, ekskul teaternya, kegiatan manjain diri sendiri ala dia, mana makhluknya bercita2 jadi cewek independent lagi, iya… katanya mo jadi cewek mandiri en ga ngerepotin orang, trus aq jadi apa donk kalo dia independent?! Ovin… Ovin…
“ Ntar balik praktek lapangan kpn? Pagi, siang atau sore? Jangan malem ya?!” Pesan ku di sms untuk dia.
“ Biasanya malem. Tenang z aku kan preman.. jam 3 pernah kok jalan sendirian ke kos!” gitu dia balas. Mati kutu deh, emank ni anak gak biasa di perhatiin apa? Kadang2 aq nanya ke diri q sendiri, bener gak sih tipe yang kayak dia yang q cari di mantan2 q selama ini. Yang gak doyan jalan2 sore feat. Pacar, coz q sering gak bisa ngajak jalan juga. Yang ga ngambek klo lupa ngesms, lupa bilang gi ngapain, dimana? Atau sekedar greeting. Yang sering super sibuk kayak gasing, yang gak maksa main ke kos tiap hari n gak maksa dijemput kemana2. En yang selalu bikin q kangen megang jarinya yang kurus.
 Lagi asik2 ngehayalin Ovin, tiba2 Erza berbisik di kuping q
“ Ada Emi tuh diluar nyariin…” gitu katanya. Denger nama Emi ingatan q melayang pada mantan q terakhir sebelum kenal ma Ovin. Sejenak hati q mendidih inget dia, abisnya putus ma dia konyol banget, gara2 sms gak di balas aja. Aq keluar dari kamar en ngejogrok di teras. Emi melempar senyum termanisnya tapi aq muak. Q paksa bibir q senyum
“Duduk Mi..” Kata q susah payah. Sejenak godam gede menghimpit dada q dengan pukulan super. Emi duduk dengan kalem.
“ Aq denger kamu jadian ma anak kuliahan tingkat 3 yang rumahnya di gang tempat kamu magang kemarin ya?” katanya dengan nada menginterogasi
“ Ovin!?” ralat q
“Oh… namanya Ovin ya? Kamu gak kena Odipus complex kan? Maksud q menyukai dan mencintai orang yang lebih tua gitu?!” Kata2 itu kontan membakar kuping q
“ Q rasa lebih baik daripada ma anak SMU yang gengsinya selangit…” Saut q datar. Emi nampak kaget, sayank banget Ovin gak lagi disini. Melihat ekspresi Emi aq pengen ketawa, tapi aq tahan. Klo Ovin liat kami bisa aja ngakak bareng. Sejenak aq ma Emi terdiam sampai suara nyokap dari ruang tengah
“ Vay tu ada sms dari Ovin!” katanya. Gak permisi aq balik kedalam nyari hp q. Sebelum aq masuk dan melewati Emi aq sempat berbisik
“Lebih baik odipus complex daripada gengsi ma perasaan sendiri!” kataq pedas. Setelah aq berlalu, nyokap yang nemenin Emi sambil berikebana ria.
“Vay ma Ovin emang sering banget sms an, ada sih kemarin main kemari dijemput ma Vay…” kata nyokapnya Vay ke Emi. Emi mencoba senyum.
“Udah lama jadiannya?” Tanya Emi
“ Kata Vay, udah mo 3 bulan. Baru kali ini Vay serius ma cewek, sampe diajak main kerumah segala. Tadinya kaget juga pas Vay bilang ceweknya dah kuliah tingkat 3, tapi pas main kesini anaknya malah mirip anak SMP…” mamanya Vay ketawa lepas. Emi takjub. Gak pernah deh liat nyokapnya Vay ketawa kayak gitu. Setidaknya selama doi jadi pacar Vay.
“ Vay sering cerita tentang Ovin. Kadang mereka kayak temenan, kadang kayak pacaran, setidaknya selama 3 bulanan ini Vay terlihat lebih ceria gitu dari sebelumnya. Vay jarang cerita soal cewek, tapi pas ma Ovin, ceritanya ngalir terus. Mungkin ibu mesti bilang makasih ma Ovin coz dah bikin ibu deket ma Vay..” kata nyokapnya Vay lagi. Emi diam2 jadi gerah. Kemudian aq keluar.
“ Ma, tau gak hobi Ovin hari ini?!” Tanyaq ke nyokap en bikin suasana seolah2 gak ada Emi di situ. Nyokap noleh
“Apa?” tanyanya
“ Dia kan lagi ingusan tuh, hobinya memilin ingus pake cotton bud! Gila kan??” aq ketawa bareng nyokap dan tanpa Emi tentunya, nyokap geleng2 kepala.
“Udah berangkat praktek lapangan belum dia?” Tanya nyokap lagi. Aq sedang berusaha bikin Emi ngerasa pilihannya main ke rumah sekarang adalah pilihan yang paling bodoh.
“ Blom.. masih nunggu taksinya kumpul…” saut q.
“Ya udah.. sampein salam mama ke Ovin ya!” kata nyokap, aq pun masuk lagi. Emi membasahi bibirnya yang kering, lidahnya menjadi kelu.
“ Ovin itu anaknya anti jaim, dia cuek aja bersendawa ria didepan orang banyak klo bis makan. Kalo ma Vay lebih parah lagi. Dia bikin kemanjaan Vay ke ibu nongol lagi setelah beberapa saat Vay patah hati dengan ceweknya yang dulu..” kata nyokapnya Vay sambil mindahin pot bunga ke pojok kanan teras. Ingin rasanya Emi berteriak ′ aq lah cewek Vay yang dulu, en sekarang pengen ngajak Vay jalan kayak dulu! Apa ibu gak kenal aku? Apa Vay gak pernah cerita?′ tapi lidahnya kelu.
“ Kamu baik2 aja kan? Muka kamu  pucat tuh.. itu di minum tehnya..” kata nyokapnya Vay lagi yang tiba2 dah ada di depan Emi lagi. Emi jadi salting.
“ Oh… ehh.. bu.. mo pulang nih. Baru inget hari ini ada janji ma mama mo nganter belanja, permisi bu, titip salam za buat Vay…”Emi permisi coz suasana rumah Vay terasa gerah buat Emi, nyokapnya Vay ngangguk dan senyum. Sedang Aq rada terdiam melihat Emi berlalu, rasanya aneh, tapi Ovin lebih penting bisik q.
   *    *   *
Whehehe… hari ini senang sekali. Setan tomboy q, trouble maker sweety q, n cat woman q balik hari ini. Iya.. dia udah balik dari atas gunung sana. Akhirnya penantian yang mambuat q nyaris gila coz gak bisa baca sms en denger suara konyolnya selama 4 hari terobati. Tunggu… 4 hari??? Bukannya janji pergi Cuma 3 hari… wahhh… ternyata aq di kerjain nih. Ni anak mesti di telpon klo kayak gini.
Terrrtt… lagu metal vs dugem yang jadi RBT nya mengalun dikupingq. Dasar… kapan mo jadi feminine ni makhluk?
“Halo?” sapa suara di seberang
“Ovin Jelek! Lo bilang Cuma 3 hari aja di gunung, kenapa empat hari baru sms?” semprot q begitu denger suaranya, yang sebenernya bikin q kangen.
“ Hehehe.. sori! Lupa klo punya cowok. Maaf ya…” katanya dengan nada memelas.
“ Ya udah.. kita sms an aja..” Putus q. Kadang q merasa Ovin yang berperan jadi cowok, sementara aq jadi ceweknya. Tu anak sering lupa sms kayak tadi, males mandi, lebih sayank ingus daripada minum obat, en hobi makan diluar. Alasannya males ma lupa kalo di tanyain. Tapi kadang genitnya nongol, sms dengan kata2 romantis, luluran jam 2 dini hari, jam 8 pagi, atau jam 6 sore, di waktu2 yang gak umum buat luluran. Aq ngetik sms sambil ngehayalin Ovin.
 Akhir2 ini aq juga sering marah2 n sensi ke dia, tapi dia masih ketawa ketiwi n nyengir aja kalo aq mulai nyap2. Yang paling bikin aq sebel adalah pas ortunya ada di kos, aq gak di izinin sama sekali ikutan ke kos, padahal aku niat banget mo ketemu ortunya en ngasih tau klo puteri kecilnya itu sekarang dah punya pangeran yaitu Aq. Tapi dia menolak niat itu, kontan aja aq meledak. Untungnya saat itu masih sms an, en aq gak bisa kemana2 coz motor q lagi di pake Erza ke tempat nenek. Go skul juga pake taksi. Makanya aq gak bisa ke kos nya seminggu penuh. Kali ini lo boleh ketawa Vin, tunggu aja nanti.. gumam q.
    *    *      *
Hari ini bener2 diluar perkiraan q. Baru main kekos Ovin setelah seminggu penuh ga ketemu, ehhh… kejadian. Ovin dengan muka pasrah bilang klo setengah jam lagi bokapnya bakal ada dikosnya. Pertemuan itu di awali dengan sampainya adik Ovin yang size nya lebih ′ berisi ′ dari Ovin q yang kurus. And then bokapnya nongol. Giilaaa dehhh… kayaknya coolnya Ovin di dapet dari bokapnya deh, coz abis nanya pintu kamar di kunci apa gak, berlalu deh, tanpa sempat kenalan!!!
“ Aq gak punya nyali…” Kata Ovin after bokapnya masuk, doski noleh ke aq.
“ Kamu gugup ya?” tembaknya. Jedaaarrr!!!
“ Sapa yang gugup?! Asal aja deh..” balas q
“ Kok mukanya gitu?” godanya
“ Aq itu gugup kalo ada keperluan ma orang yang gak aq kenal. Kayak kenalan ma kamu dulu. Itu baru gugup…”
“ Tapi ma bokap juga gak kenal kan?” sambarnya
“ Tapi aq gak ada keperluan..” saut q dengan nada menang, alisnya terangkat.
“ Katanya kemarin mo ngomong…” balas Ovin sambil nyubit kecil lengan q
“ Hari init uh khusus ngunjungin kamu z tau! Bukannya mo ngomong ma bokap lo. Lagian kamu gak bilang juga kalo bokap lo bakal ke sini, iya kan?!”
“ Tau en sadarnya juga baru pagi tadi. Mo ngecancel kamu takutnya ntar ngambek lagi.. jadi I try to flow it today, hehehe…” katanya
Aq Cuma diam. Untungnya beberapa menit kemudian suasana beku antara kami berdua balik jadi seru lagi, jam 3 sore aq pamit pulang.
   *    *    *
    Dua minggu kemudian kami ketemuan lagi. Sebelumnya aq liburan kerumah paman ke Palangkaraya, sementara Ovin, dia balik sibuk dengan persiapan pagelaran teaternya bulan depan di Kandangan.
“ Nih oleh2 buat kamu…” kata q, senyum Ovin mengembang
“ Ih bagus banget! Thanks ya!” katanya senyum senang. Padahal Cuma gantungan kunci ma pin, tapi yang aq tau dia suka benda2 kayak gitu.
“ Kenapa kemarin sms nanya soal mantan ngajak balik?” Tanya q ke dia
“ Itu dia… banyak yang terjadi dalam dua minggu ini! Kamu inget soal mantan q dulu kan?” sautnya sumringah
“ Heeh.. katany ga ada sms an lagi kan?”
“ Kali ini dia yang sms aq duluan Vay! Tadinya nanya kabar aja, ehh lama2 ngajak jalan bareng lagi…”
“ Setelah 4 bualn kita jalan bareng?” Potong q, Ovin ngangguk
“ Trus lo bilang apa?” sembur q, panas panas panas hati ini…
“ Penasaran ya? Whahaha…” godanya. Aq manyun. Ovinn.. aq ngerasa terancam nih,, bagaimana pun dia kan mantan lo… gerutu q dalam hati. Ovin menghela napas. Ni anak emang suka bikin orang deg-deg an gitu deh.
“ Ayo donk Vin, lo bilang apa ma dia?” Desak q. Ovin nyengir jenaka
“ Hehehe… aq bilang biarpun pas putus kemarin aq gak patah hati, tapi sekarang aq dah gak jomblo lagi, dengan kata lain kita jalan sendiri2 aja, khususnya aq dah ada yang nemenin jalan, gak mungkin kan kita jalan betiga… “ katanya Ovin
“ Jadi dia lo tolak?” Tanya q gak percaya, soalnya yang aq tau mantannya itu cakep, putih, anak kul. 3 hal yang gak q miliki alias kontras banget ma aq yang manis, coklat, n anak SMK.
“ Yap… coz I love my sponge!” saut Ovin mantap
“ Waahh.. ehh.. aq boleh meluk elo kan kali ini? Sekaliiii… aja!” pinta q. Tumben2 an dia ngangguk. Aq langsung meluk dia
“ Lo gila juga ya Vin. Tapi thanks dah milih aq, makasih.. aq gak bakal ngecewain kamu yang dah milih aq..” gak terasa airmata q netes lagi, ih.. cemen banget! Aq ngelepas pelukan q.
“Oh iya.. soal evaluasi..!” kata Ovin kemudian. Aq negakin bodi
“ Tipe cewek lo yang kayak apaan sih Vay?” tanyanya kemudian
“Hmmm… yang jelas bukan cewek yang suka ngambek n manja, suka maksa. Aq suka cewek yang menghormati aq, berpikiran tajam, en berwawasan luas, bisa di ajak ngobrol apa aza, n punya kesibukan…”
“ Sulit dipercaya yang ngomong barusan anak SMK… “ gumam Ovin, aq ngakak.
“ Menurut lo, aq sebagai cewek kamu hmmm… 4 bulan ini, bener ya? Gimana?” Tanyanya lagi
“ Asik aja. Gue suka gaya lo, beda banget ma cewek lain. Umumnya cewek jaim ke cowoknya, nah kamu cuek aja bersendawa ria durasi 3 sampai 6 detik, trus buang ingus dalam ruang final tes, pake gelang pursik sampe 13 biji. Gue rasa anak mapala gak gitu2 amat juga trus punya kesibukan yang bikin lo gak ngurusin gue 24 jam. N yang paling penting lo sayank banget ma gue, itu gue hargain banget..” Saut q panjang lebar sambil mengerling kearahnya
“ Lo banyak muji gue Vay. Tengkyu! Eh last question, menurut lo, kita mending jalan terus atau break dulu?” Tanya si dodol Ovin
“ Lo belom sableng kan Vin? gue mau kita tetep jalan. Whatever!” saut q sambil ngejitak dia, Ovin berhehehe saja
“ Baiklah! Jadi feed backnya aihh.. kesimpulannya kita tetap jalan! Evaluasi selesai, banzaaaiii…” katanya sambil meniru gaya banzainya Masquired.
 “ Banzai dari Hongkong??? Gue blom nanya apa pun ke elo!” sungut q
“Oh.. lo mo nanya juga?” tanyanya oon. En langsung q jitak. Ini yang gue suka dari Ovin, gue bisa nerapin gaya becanda biasa ma teman2 dikelas yang suka main jitak klo ge sebel. Ovin itu bisa jadi temen gue, sobat, musuh, en kekasih hati… huaahhh…berat!
“ Mank Cuma lo aza!”
“ Iya deh.. mo nanya apa lo?” Tanyanya
“ Ya… sama kayak pertanyaan lo tadi lah!” saut gue senyum
“ Dasar fotokopian, gak kreatif. Tapi ya udahlah. Tipe cowok gue tuh dari bodi tinggi dari gue, minimal sama tinggi deh ma gue, trus orangnya santai tapi terarah n tau tujuan, pede n rada misterius, cool n gak terlalu puitis… yaa.. kadar puitisnya Cuma 25% aja, gayanya rada cuek, menghargai gue selaku cewek limited edition, nyambung klo ngobrol ma gue, en 75% humoris, jadi gue betah klo ma dia…” saut Ovin panjang lebar
“Gila.. rumit juga ya, tipe cowok lo. Next…” komentar gue sambil mikir2 gue masuk gak sih di criteria itu.
“ I love it! Malah gue berharap ada 2 atau 3 Vay lagi, jadi klo gue putus ama lo, gue bisa jalan ma Vay 2, atau Vay 3…”
“ Enak aja, emang kayak PS, ada PS 2 en PS 3..” saut q ngedumel
“ Pertanyaan terakhir sih… gue kira lanjut aja deh, gue seneng pacaran ma cowok jenis elo Vay, seru!” saut Ovin tuntas.
 Klonteng.. klonteng…. Klonteng…
Kami noleh ke suara di depan rumah, ada es dawet. Kami baru nyadar klo hari init uh panas banget. Ovin noleh ke gue.
“ Kita rayain hari ini yuk…”ajaknya
“ Gue traktir lo es dawet ya..” kata q  kemudian
“ Lo dah keseringan nraktir gue. Kali ini gue aja deh, gue dah dapet kiriman. Cukup aja buat nraktir lo es dawet..” katanya dengan muka memelas. Sekali lagi gue ngalah
“ As you wish lah…” kata q akhirnya
“ Pammmaaaannn daweeeettt! Sini!!” teriaknya kenceng
“Ovin… ovin.. kayak neriakin maling aja..” gumam q hepi.
The end bro!


Selamat tahun Baru 2008…

January 4, 2008 – 7:45 am
Pantun tAhUn Baru :
 
Ada ular ada barongsai
sama2 makan lalapan
i just wanna say
met tahun baru 2008
 
buah duku buah kuini
main polo ditengah pasar
doa q tahun ini
moga yang jomblo dapat pacar
(31 Desember 2007) 
 
Hehehe… after merenung beberapa saat akhirnya aku nemu pantun itu.. sedikit gila n mungkin juga biasa aja. tapi aku rada senang lah. tahun baru ini aku lewatkan di pinggiran sungai Barito, nonton kemabng api, n begadang nonton film ma sponge cs. sebenernya ku belom berpikir harapan apa yang aku harapkan tahun ini. atau rencana apa yang will be doin this year juga blom dipikirin, tapi yang nyata sih be a good gf to my sponge dulu dehh.. biasanya aku merencana kan rencana yang kayak orang2 bikin itu di semesteran kuliah, jadi rencana semester 7 apa, 8 beda lagi.
    udah dulu deh sekian ya,, pening nah orang di box sebelah lagi berubah jadi kereta api!